Pendidikan

5 Fakta Sekolah Internasional Yang Belum Anda Ketahui

Tuntutan jaman yang semakin berkembang cepat membuat banyak para orang tua mempersiapkan putera-puterinya siap berkompetisi pada skala internasional. Tidak hanya meregistrasikan anaknya ke sekolah yang umum-umum saja,bahkan mereka rela merogoh ongkos lebih untuk mengirim anaknya ke luar negeri demi sebuah pendidikan yang lebih berkualitas.

Selain dorongan, supaya anaknya sanggup menguasai bahasa asing terutama bahasa Inggris. Para orang tua akhirnya memilih sekolah-sekolah yang sanggup menjadikan anak-anakya fasih berbahasa Inggris dan beberapa bahasa asing lainnya. Selain itu, mereka para warga asing yang harus menetap di Indonesia sudah pasti mengharapkan anak-anaknya mendapatkan pengajaran yang berstandar internasional.

Oleh karena itu, sekolah internasional menjadi salah satu alternatif wajib bagi mereka. Di bawah ini beberapa fakta yang belum Anda ketahui mengenai sekolah internasional.

1. Sekolah bilingual tidak sama dengan sekolah internasional

Keinginan untuk menyekolahkan anak ke sekolah yang tidak biasa menyebabkan para orang tua memilih sekolah yang sanggup mengajari putera-puterinya dapat berbahasa lebih dari dua bahasa. Kebutuhan utama penguasaan bahasa Inggris untuk anak menjadi tujuan utama. Perlu Anda tahu bahwa sekolah yang mempunyai basis dua bahasa atau bilingual tidak selalu sekolah internasional.

Benar jika bahasa pengantar dan sehari-hari dalam sekolah internasional adalah bahasa Inggris, tetapi sekolah internasional disebut sekolah internasiokarena mempunyai lisensi resmi dari standar kurikulum internasional.

Cambridge International Examination atau CIE dan International Baccalaureate adalah dua diantara kurikulum internasional yang banyak dipakai terutama oleh sekolah internasional yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Sekolah Internasional di Jakarta

2. Siswa sekolah internasional juga harus melalui Ujian Nasional

Jangan berpikir bila sekolah di sekolah internasional disaat akan lulus atau naik ketingkat selanjutkan hanya melalui ujian yang berstandar internasional saja atau berstandar nasional saja. Seorang staff pendidik dan IT Manager and Computer Science dari satu-satunya sekolah berkurikulum internasional di Yogyakarta, Yogyakarta Independent School (YIS) mengatakan bahwa para siswanya paling tidak harus mengikutu dua ujian.

Dia mengatakan bahwa, para siswa terutama yang berguru di YIS juga harus menjalani Ujian Nasional. Mereka dapat memilih untuk mengikuti Ujian Nasional dengan ujian CIE atau Ujian Nasional dengan ujian IB. Hal ini di serahkan terhadap para siswanya sebab merekalah yang akan menghadapi ujian tersebut demi kelulusan atau naik ke tingkat selanjutnya.

3. Sekolah internasional mempunyai lebih sedikit mata pelajaran

Sudah jelas Anda sudah sangat akrab dan tahu bagaimana mata pembelajaran di sekolah nasional itu. Jika di Indonesia, sekolah nasional hanya menawarkan IPA, IPS, Bahasa dan sekolah kejuruan dengan mata pelajaran yang telah di tentukan, berbeda dengan sekolah yang berbasis internasional.

Pada kurikulum IB, para siswanya hanya harus memilih 6 mata pelajaran sedangkan pada CIE para siswanya cuma mesti memilih 3 mata pembelajaran. Perbedaannya adalah bila kurikulum nasional memberikan kurikulum yang komprehensif, sedangkan pada kurikulum internasional membuat siswanya lebih fokus dan mendalam pada suatu bidang yang mereka sukai.

Jadi, janganlah heran bila Anda bertanya dan langsung datang ke sekolah internasional karena dapat dikatakan benar-benar berbeda dengan sekolah nasional.

Cek Juga: Sinarmas World Academy

4. Sekolah Internasional umumnya tidak terlalu formal

Kalau sekolah nasional wajib mengenakan seragam yang komplit dan sama setiap siswa, karenanya sekolah internasional membuatnya lebih longgar. Dalam artian, mereka tidak menggunakan attribute yang sama dari ujung kaki sampai ujung kepala. Sekolah internasional juga mengenakan seragam, hanya saja umumnya berupa atasan polo dan celana warna kulit.

Di dalam kelaspun mereka tidak duduk dalam barisan agar dapat melihat dan mendengar guru mereka berdiskusi di depan seperti di sekolah nasional. Para siswa sekolah internasional dengan bebas mengatur tempat duduknya.

Hal ini dilakukan agar satu siswa dengan siswa lain sanggup bertukar ide dan gagasan. Para guru hanya mengawasi dan memberikan arahan. Para guru umumnya mengizinkan para siswanya untuk menemukan sendiri jawabannya dari diskusi antar temannya.

5. Sekolah Internasional menggunakan kurikulum yang berbeda dengan kurikulum nasional

Mungkin memang sudah jelas bila sekolah internasional memang menggunakan kurikulum internasional juga. Hanya saja, bukan berarti jika menggunakan kurikulum internasional, pelajaran yang di berikan akan jauh berbeda dengan kurikulum nasional. Kenapa hanya cara belajar-mengajar saja yang sedikit berbeda.

Karena siswa yang bersekolah di sekolah internasional yang biasanya menggunakan kurikulum IB atau International Baccalaureate dan CIE atau Cambridge International Examination juga mewajibkan siswanya mengikuti Ujian Nasional.

Sekolah internasional ini sudah ada di beberapa kota besar, tidak hanya di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Tapi, di kota yang menyandang gelar Kota Pelajar sudah ada sekolah internasional. Hal yang disayangkan adalah belum banyak para orang tua yang paham bahwa sekolah internasional tidak cuma tentang pengajaran dua bahasa, tetapi harus juga mempunyai sertifikat atau lisensi baik nasional dan internasional.

Simak Juga: IB School Jakarta