Teknologi

Teori Tentang Pompa Air Yang Wajib Kamu Ketahui

pompa air

Pompa yaitu suatu alat atau mesin yang diterapkan untuk memindahkan cairan dari suatu daerah ke daerah yang lain via suatu media perpipaan dengan sistem menambahkan tenaga pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus.

Pompa beroperasi dengan prinsip membikin perbedaan tekanan antara komponen masuk (suction) dengan komponen keluar (discharge). Dengan kata lain, pompa berfungsi merubah kekuatan mekanis dari suatu sumber kekuatan (pencetus) menjadi kekuatan kinetis (kecepatan), dimana kekuatan ini berkhasiat untuk mengalirkan cairan dan menyelesaikan hambatan yang ada sepanjang pengaliran.

Head (H) sebuah pompa yaitu pemanfaatan tenaga mekanik yang diwujudkan pompa dalam menangani fluida yang mengalami hambatan seperti ketinggian, friksi laju air dan tekanan.

1. Head elevasi yaitu perbandingan ketinggian permukaan cairan sisi masuk dan keluar.
2. Head tekanan yaitu perbandingan tekanan dari sumber ke tujuan/ penampungan

Head kecepatan
Head kecepatan yaitu head yang terjadi dampak dari perbedaan kecepatan pada fluida.

Head loss
Head kerugian (loss) ialah head untuk menyelesaikan kerugian kerugian yang terdiri dari kerugian gesek aliran di dalam perpipaan, dan head kerugian di dalam belokan-belokan (elbow), percabangan, dan perkatupan.

Kavitasi yaitu Peristirwa menguapnya zat cair yang sedang mengalir sehingga menyusun gelembung-gelembung uap disebabkan sebab berkurangnya tekanan cairan hal yang demikian hingga dibawah spot jenuh uapnya. Semisal, air pada tekanan 1 atm akan mendidih dan menjadi uap pada temperatur 1000C. Namun sekiranya tekanan direndahkan karenanya air akan dapat mendidih pada suhu yang lebih rendah malah sekiranya tekanannya cukup rendah karenanya air dapat mendidih pada temperatur kamar.

Sekiranya zat cair mendidih, karenanya akan muncul gelembung-gelembung uap zat cair. Tempat ini bisa terjadi pada zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa ataupun didalam pipa. Semisal-daerah yang bertekanan rendah dan yang berkecepatan tinggi di dalam aliran, karenanya akan benar-benar rawan mengalami kavitasi. Semisal pada pompa karenanya komponen yang akan gampang mengalami kavitasi yaitu pada sisi isapnya. Kavitasi pada komponen ini disebabkan sebab tekanan isap terlalu rendah.

Itu kavitasi juga menyebabkan bunyi yang bising, getaran, korosi yang disebabkan sebab adanya respons kimia gas-gas dan logam, dan juga bisa menyebabkan kesanggupan pompa akan menurun secara tiba-tiba sehingga pompa tak bisa berprofesi dengan bagus.