Teknologi

Teknologi Canggih yang Bantu Meriahkan Asian Games 2018 Lalu

sewa lighting murah jakarta

Pemerintah nampaknya tidak berharap Asian Games 2018 menjadi kancah pesta olahraga yang awam-awam saja. Apalagi, 16 ribu atlet dan official dari 45 negara bakal hadir di dua kota tuan rumah, ialah Jakarta dan Palembang. Setidaknya, ada 12 teknologi canggih yang bakal mengawal perhelatan hal yang demikian.

1. 250 closed-circuit television(CCTV) yang terintegrasi dengan teknologi face recognitionatau pengenalan wajah dengan kwalitas gambar menempuh 7K. Teknologi ini berkhasiat untuk mengantisipasi tindak terorisme.

 

2. Jaringan generasi kelima atau 5G di 175 spot di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Si Jalak Harupat, dan Jakabaring Palembang. Teknologi ini bakal diujicobakan oleh PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) selama Asian Games 2018. “Kecepatannya 16,5 gigabyte per detik (gbps),” kata General Manger (GM) External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin, akhir minggu lalu (10/8).

Kecuali itu, terdapat 967 jalan masuk point wifi highdens di Stadion GBK dan Jakabaring untuk memenuhi keperluan dunia online secara free bagi atlet, ofisial, dan penonton. Tersedia pula dunia online fiber Indihome, jaringan intranet 58 GB, dan delapan unit Satellite News Gathering (SNG) untuk keperluan broadcaster di wisma atlet Kemayoran dan Palembang. (Baca Juga: sewa lighting)

 

3. Setiap listrik tanpa sopir bernama Navya Autonom Shuttle milik Telkomsel. Beroda ini berkecepatan optimal 25 kilometer (km) per jam. Setiap ini juga dilengkapi dengan sensor pendeteksi jalan jarak jauh yang disebut Lidar (Light Detection and Ranging).

 

4. Hawk eye yang berfungsi menolong wasit dalam perlombaan bulutangkis. Mengutip dari Koran Tempoedisi 9 Juli 2018 lalu, operasional teknologi ini menelan tarif Rp 85 juta per unit tiap-tiap harinya. Dalam penyelenggaran Asian Games 2018 nanti, software keluaran Swiss Score ini akan terpasang sebanyak dua unit yang dibiayai oleh Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC)

 

5. 610 Light Emitting Diode(LED)lighting system di Stadion GBK. Penganalisaan lampu mempunyai kekuatan 1.500 watt, dengan tingkat kecerahan 3.500 lumen. Untuk itu, pemerintah memasang 1.293 unit panel surya di atap stadion yang mewujudkan listrik 450 kilowatt. Dengan demikian itu, metode penerangan ini diklaim menghemat tenaga sampai 500%.

 

6. Tata bunyi yang terintegrasi dengan metode pencahayaan stadion atau interactive dynamic system.

 

7. Papan komputerisasi dari Seiko untuk menampakkan waktu, poin, dan peristiwa menarik.

 

8. Teknologi modifikasi cuaca dari Badan Penggunaan dan Metode Teknologi (BPPT). Teknologi ini dimanfaatkan untuk membasahi lahan gambut di Sumatra Selatan, guna mencegah kebakaran lahan dan hutan.

 

9. E-ticket berbentuk e-voucher berteknologi quick response(QR) code.

 

10. Teknologi isu dari perusahaan asal Korea Selatan, Sangyong Information and Communication Corporation (SICC). SICC ialah penyedia teknologi isu dalam Asian Games 2014 Incheon, Olimpiade 2012 London, sampai Piala Metode Korea dan Jepang 2002. SICC menjamin kelancaran jaringan, perangkat lunak (sofware), dan perangkat keras (hardware) dalam gelaran internasional ini.

 

11. Asian Games Information System (AGIS). isu ini bertanggung jawab kepada metode transportasi, jadwal siaran seketika, profil para atlet dan negara asal mereka, catatan rekor, isu gelanggang perlombaan, hasil kejuaraan, serta spot kendali jadwal.

 

12. back-up dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang melibatkan 30 spesialis, untuk mengantisipasi risiko serangan siber selama Asian Games.

 

Sumberhttp://sewalightingjkt.blogspot.com/